Jurnalinspirasi.com/Simalungun  –  Bebasnya perjudian di wilayah kecamatan silau kahean sudah meresahkan masyarakat. Bahkan perjudian di wilayah tersebut disebut tidak memandang waktu, mulai pagi hingga malam terus berlangsung.

Mulai dari perjudian tebak angka atau kerap disebut judi togel hingga judi mesin tembak ikan atau shooting fish berkedok game ketangkasan ada di wilayah hukum Polsek Silau kahean.

Hal tersebut disampaikan warga mengaku bermarga Saragih ketika ditemui di tengah jalan saat pulang dari ladangnya, Minggu(19/5).

Saragih menyebut, bahwa berbagai bentuk perjudian ada di wilayah hukum Polsek Silau kahean.

“Banyak permainan judi di sini, mau judi apa ada, judi togel, meja tembak ikan dan kartu juga ada disini,” sebut Saragih.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa segala perjudian diwilayahnya semua aman tanpa adanya tindakan dari pihak berwenang.

“Disini paling aman dan nyaman permainan judi, karena tidak pernah ada tindakan dari polisi disini, Polsek Silau kahean,”ungkapnya.

Dilokasi berbeda, salah seorang emak emak menduga bahwa bebasnya perjudian di silau kahean akibat Kapolsek menerima upeti dari para bandar judi.

“Kapolseknya mungkin sudah menerima suap dari bandar, makanya tidak berani menangkap bandarnya. Kalau tidak ada menerima suap mana mungkin polisi membiarkan judi bebas, tau sama Taulah kita. Ke lobang semut pun pasti bisa ditangkap kalau tak ada menerima sesuatu,” kesalnya.

Senada dengan yang lainnya, salah seorang bermarga Nainggolan juga membenarkan bebasnya aktivitas di silau kahean.

“Disini ada empat bandar judi, judi togel dan meja ikan ikan. Jadi dari empat Bandar itu satu orang utusan yang berkoordinasi dengan aph yakni Rajon purba,” tuturnya.

Jadi, sambungnya, Rajon purba inilah yang berurusan dengan kepolisian untuk mengamankan perjudian di wilayah hukum silau kahean. Bandar yang tiga lagi menyetorkan upeti ke Rajon dan Rajon yang berurusan agar tidak ada gangguan, katanya.

Dia menjelaskan bahwa, ke empat orang bandar judi tersebut memiliki lokasi tempat mesin tembak ikan yang berbeda.

“Lokasi mereka berbeda beda. Lokasi meja tembak ikan di Simpang Opat, Saran Punai, Happung, Huta Pining, sama di Dolok Saribu Bangun,” jelasnya.

Untuk itu, warga berharap agar Kapolres Simalungun AKBP Coky Sentosa Meliala memerintahkan satreskrim melakukan tindakan ke wilayah Silau kahean. Karena jika perjudian itu terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan meningkatkan angka kriminal seperti pencurian hasil pertanian warga. Bahkan dapat menggangu Kamtibmas serta menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.

“Kita minta Kapolres memerintahkan satreskrim polres Simalungun yang bertindak. Bila perlu copot Kapolsek Silau kahean yang diduga telah bersubahat dengan bandar judi,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Silau Kahean, AKP Jahoras Sinaga yang dikonfirmasi terkait adanya menerima upeti dari bandar judi sepertinya enggan memberi jawaban. (H.S).